Sabtu, 16 November 2013
Puisi
Kehampaanku
Detik detik jam slalu berputar
Entah, tlah berapa lama aku menunggumu
Menunggu kau untuk menyatakan cinta
Hingga aku tak sanggup lagi
Menghitung detik detik waktu yang telah terbuang sia sia
Dan, telah begitu banyak kata kata yang kurangkai tapi terlalu sunyi
Tak ada pembaca dan tak ada pendengar
Aku mohon...
Pahami hati ini yang slalu ingin disampingmu
Tapi kau tak pernah tau apa
Karna kau tak pernah mau tau . . . .
Bagakan cicak di atap rumah
Yang dapat jatuh dan mati begitu saja
Saat genggaman tangan tak kuat lagi menahan tubuhnya
Seperti aku....
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegap berdiri disampingmu
Kini...
Sakitnya menusuki jantung ini
Menahan cinta yang ada di hati
Upaya kau tau diri....
Mungkin aku hanya keGR’an
Atau mungkin kamu memamng ingin permainkan hati ini?
Entah kapan aku bisa menemukan jawaban dari semua ini . . . .
PengabaianmuPuisi
Rumit, benar benar rumit
Mencintaimu bagaikan mencari ujung benang di atas kumpulan kumpulan benang yang tak teratur...
Sangat susah kubedakan, mana kenyataan dan mana harapan kosong....
Berkali kali ku tlah berjanji menyerah
Tetapi...
Cinta ini terlalu kuat untuk ku abaikan
Terkadang aku merasa leth menjadi orang yang slalu ada untuknya....
Tanpa pernah dia melihat betapa aku mencoba tuk menjadi yang terbaik
Hingga sekarang aku menyadari....
Aku hanya selembar tisu yang kau pakai untuk menghapus keringatmu,
dan setelah itu dibuang begitu saja tanpa dipungut kembali...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar